Sebuah manifesto cara kerja baru
Chatbot udah selesai. Era agent dimulai. Workshop 2 jam, hands-on, tanpa coding: lo pulang bawa karyawan AI pertamamu — Hermes Agent yang bisa jalan sendiri 24/7 di komputer lo.
Rekap penjualan nunggu lo. Draft konten nunggu lo. Riset kompetitor nunggu lo. Semua antri di kepala lo — dan kepala lo cuma satu.
Pinter sih. Tapi dia kerja cuma pas lo ngetik. Lo tutup tab, dia berhenti mikir. Itu bukan karyawan — itu kalkulator yang nunggu dipencet.
Riset pagi, laporan harian, rekap meeting, backup — kerjaan yang sama tiap hari. Lo ngerjain manual, atau lo bayar orang buat ngerjain hal yang sebenernya bisa diotomasi.
2023 — kemarin sore
Mulai sekarang
Contoh konkretnya: lo jadwalin Hermes tiap pagi jam 6 — dia riset berita di niche lo, rangkum yang penting, terus kirim ringkasannya ke Telegram/WA lo. Tiap hari. Lo belum bangun, kerjaannya udah selesai. Itu yang chatbot gak akan pernah lakuin: mulai duluan.
Semua use case di bawah pakai pola yang sama — yang lo pelajarin sekali di workshop, terus lo tinggal ganti isinya.
Scan berita & tren di niche lo tiap subuh, kirim ringkasan ke Telegram/WA sebelum lo ngopi.
Transkrip rekaman meeting, tarik keputusan & action items, rapiin jadi notulen siap kirim.
Siapain draft caption & ide konten sosmed dari bahan lo — lo tinggal kurasi, bukan mulai dari layar kosong.
Pantau harga, stok, dan gerak-gerik kompetitor — lapor kalau ada yang berubah, diem kalau aman.
Kumpulin angka dari sumber yang lo tentuin, susun jadi laporan harian yang formatnya konsisten.
File penting di-backup terjadwal tanpa lo inget-inget. Boring? Iya. Nyelametin bisnis? Juga iya.
Kenapa agent beda kelas dari chatbot — jadwal, memory, akses tools. Singkat, biar sisanya buat praktek.
Install & konfigurasi bareng-bareng, langkah demi langkah. Tanpa coding — lo ngikutin layar, kita tungguin.
Dari template siap pakai: agent yang riset niche lo dan kirim ringkasan ke Telegram. Dites live di kelas.
Set agent lo jalan otomatis tiap hari dan nyimpen konteks. Plus cara adaptasi template ke 5 use case lainnya.
Pertanyaan lo dijawab, terus lo bawa pulang rencana: agent apa yang lo bangun minggu depan, dan setelahnya.
// Target jujur: di menit ke-75, agent pertamamu udah nyala. Sisanya bikin dia makin pinter.
Hands-on di Zoom, dipandu langkah demi langkah. Layar dibagi, gak ada yang ditinggal.
Akses rekaman tanpa batas waktu. Mau ngulang setup pelan-pelan jam 2 pagi? Silakan.
Template agent yang dipakai di kelas — tinggal ganti niche & tujuan, langsung jalan.
Tempat nanya pas agent lo ngambek, dan tempat lihat agent yang dibangun peserta lain.
Buat yang butuh bukti formal udah masuk era agent. Yang penting tetep agent-nya, sih.
Ini batch pertama. Belum ada alumni — berarti belum ada testimoni, dan kami gak akan nulis nama fiktif cuma biar halaman ini keliatan rame. Tiga slot di bawah diisi setelah 27 Juni, dari peserta beneran.
[Testimoni asli — isi nanti]
[Testimoni asli — isi nanti]
[Testimoni asli — isi nanti]
Bisa — workshop ini memang didesain buat non-teknis. Lo bakal copy template, ganti beberapa baris teks biasa (niche lo, jadwal, tujuan), dan ngikutin layar bareng-bareng. Yang lo butuhin: laptop, koneksi internet, dan kemauan ngetik. Itu doang.
ChatGPT itu reaktif — pinter, tapi cuma kerja pas lo ngetik. Hermes Agent proaktif: punya jadwal sendiri, punya memory, dan jalan terus di komputer lo walau lo gak buka apa-apa. Bukan saingan — beda kategori. Yang satu alat, yang satu lagi pekerja.
Enggak. Laptop yang lo pakai sekarang cukup buat mulai. Kalau nanti lo mau agent-nya nyala 24/7 beneran, opsinya bisa pakai komputer bekas, mini PC, atau server murah — itu kita bahas di sesi roadmap, lengkap sama pertimbangan biayanya. Gak ada yang dipaksa beli apa pun.
Lo tetep dapet rekaman selamanya + template + akses grup alumni. Setup-nya bisa lo ikutin dari rekaman dengan langkah yang sama persis. Tapi jujur: hadir live lebih enak, karena pas agent lo error bisa langsung dibenerin bareng.
Early bird — Batch 01
// Klik → chat WA → kami kirim detail pembayaran → kursi terkunci.
// Gak ada bot spam. Yang bales manusia (ironis, kami tahu).
Penutup manifesto